Jurnal Refleksi Dwi Pekanan-10
7 September 2024
Sukmawati
CGP Angkatan 10 Jakarta Timur
Dalam 2 pekan ini, kami membahas modul 3.3 yang merupakan modul terakhir dari 10 modul yang dipelajari. Modul 3.3 merupakan modul dengan judul “Pengelolaan Program yang Berdampak Positif pada Murid”. Modul ini, bertujuan agar CGP dapat merancang, menganalisis program yang terdapat di sekolah, apakah sudah berpihak dan berdampak positif pada murid?
Salah satunya dengan mengedepankan
kepemimpinan murid dalam pembelajarannya sendiri. Hal ini dapat dilakukan
dengan berdiskusi dengan murid tentang proses pembelajaran yang akan
berlangsung. Guru perlu mendengarkan keinginan, gagasan, kebutuhan murid dalam
pengambilan keputusan secara kolektif sehingga mempengaruhi hasilnya. (voice)
Guru juga perlu memberikan
kesempatan kepada murid untuk memilih cara dan proses mereka belajar, serta
bagaimana mereka menunjukkan pemahaman mereka. (choice) Selain itu, murid perlu
juga untuk terhubung secara fisik, kognitif, dan sosial emosional dengan apa
yang sedang dipelajari. Murid terlibat aktif dan menunjukkan minat dalam proses
belajarnya sehingga ia merasa memiliki proses belajarnya tersebut. (ownership)
Kepemimpinan murid dapat
berkembang dengan baik dalam lingkungan yang mendukung perkembangannya. Lingkungan
tersebut memiliki karakteristik tertentu sebagai berikut;
1. 1. Memberikan
kesempatan murid untuk menggunakan pola pikir positif dan merasakan emosi yang
positif;
2. 2. Mengembangkan
keterampilan murid untuk berinteraksi sosial secara arif dan bijaksana;
3. 3. Melatih
keterampilan murid sebagai proses pencapaian akademik dan non akademik;
4. 4. Melatih
murid untuk memahami dan menerima
kekuatan diri, sesama dan masyarakat sekitar;
5. 5. Membuka
wawasan murid agar mempunyai dan menindaklanjuti harapan, tujuan masa depan;
6. 6. Memberi
kesempatan murid untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajarannya
sendiri;
7. 7. Menumbuhkan
daya lenting dan sikap Tangguh agar dapat bangkit di tengah kesempitan dan kesulitan.
Dalam mengelola program yang
berdampak positif pada murid sehingga muncul kepemimpinan murid, diperlukan
kemitraan antara sekolah, keluarga dan masyarakat. Hal ini dapat diartikan
bahwa semua orang adalah guru, semua tempat adalah sekolah. Dengan demikian
dapat diartikan bahwa pendidikan tidak hanya terjadi di lingkungan sekolah,
namun juga di keluarga dan masyarakat. Sehingga perlu adanya Kerjasama antara
semua pihak agar tujuan pembelajaran berhasil.
Saya merasa sangat senang karena
proses Pendidikan Calon Guru Penggerak Angkatan 10 sudah mendekati masa
akhirnya. Namun demikian bukan berarti akhir dari belajar, karena seorang guru
pada hakekatnya adalah pembelajar sejati. Saya juga merasa lebih percaya diri
untuk melakukan pembelajaran yang berpihak pada murid karena sudah mengetahui
ilmu dan melakukan praktik bersama-sama teman calon guru penggerak yang lain.
Saya pun merasa mempunyai kekuatan dengan ilmu yang sudah saya dapat dalam Pendidikan
Calon Guru Penggerak Angkatan 10 ini untuk tergerak, bergerak, dan menggerakkan.
Pembelajaran yang saya dapatkan
adalah bahwa murid dapat mengambil keputusan bagi pembelajarannya sendiri bila
diberikan kesempatan, bahkan sejak pendidikan usia dini. Murid bukan merupakan
kertas kosong melainkan terlahir dengan ada bakat yang dapat ditebalkan oleh
pengalamannya, sehingga mereka dapat mengambil keputusan. Kepemimpinan murid tidak
hanya dilakukan dalam kegiatan kokurikuler maupun ekstrakurikuler, melainkan
dapat pula dilakukan dalam kegiatan intrakurikuler. Caranya adalah dengan
melibatkan murid dalam memilih topik
yang ingin dipelajari, berkolaborasi dengan murid membuat perencanaan
pembelajaran, juga melibatkan mereka dalam penilaian untuk menilai diri
sendiri, menilai teman, juga dalam hal membuat rubrik penilaian. Namun
demikian, program yang berdampak positif pada murid ini memerlukan dukungan dan
lingkungan yang kondusif di manapun murid berada atau belajar.
Setelah mempelajari modul 3.3
ini, saya akan merencanakan, menginisiasi dan mengorganisasi program-program
yang berdampak positif pada murid sehingga mendorong kepemimpinan murid
berbasis data dan bukti. Selain itu saya juga akan menggerakkan dan mendampingi
komunitas sekolah untuk bersama-sama mengembangkan dan mewujudkan visi sekolah
yang berpihak pada murid dan berlandaskan nilai-nilai kebajikan universal. Saya
juga akan berusaha memfasilitasi pelibatan orang tua/wali murid dan masyarakat
dalam pengembangan sekolah untuk peningkatan kualitas belajar murid.
Terima kasih.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar