Jurnal refleksi Dwi Pekanan-9
24 Agustus 2024
Sukmawati
CGP Angkatan 10 Jakarta Timur
Dalam dua pekan teakhir ini, saya
belajar banyak hal dalam modul 3.2 tentang Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya. Sekolah
diibaratkan sebuah ekosistem yang terdiri dari unsur biotik dan abiotic.
Unsur-unsur ini merupakan asset yang dapat dipergunakan untuk pembelajaran dan
kegiatan yang menarik. Aset yang dimaksud tidak hanya ada di dalam sekolah,
melainkan di lingkungan sekitar sekolah juga. Aset ini di golongkan dalam 7
modal utama Aset, yaitu modal manusia, modal sosial, nilai, norma, networking,
modal fisik: bangunan, infrastruktur, modal lingkungan/alam, modal finansial,
car acara menghasilkan uang, modal politik, keterlibatan sosial, lembaga
pemerintahan, serta modal agama dan budaya.
Selain itu modul ini juga
memberikan pencerahan dengan pendekatan berbasis asset, sebagai karakteristik
komunitas yang sehat. Pendekatan berbasis asset ini mengutamakan kekuatan
daripada kelemahan dalam menganalisis kegiatan ataupun permasalahan. Dengan denikian
akan timbul rasa optimis dan semangat dalam menjalankan kegiatan dan mengatasi
permasalahan. Sebaliknya bila pendekatan berbasis kekurangan yang dilakukan
dalam menganalisis kegiatan maupu masalah, maka yang timbul ada rasa pesimis negative.
Sehingga kegiatan tidak jadi dilaksanakan dan permasalhan pun tidak
terselesaikan dengan baik. Untuk itu sangat penting bila kita mengedepankan
pendekatan berbasis asset dalam pembahasan dan diskusi yang bertujuan mengembangkan
sekolah.
Pada pekan ini selain melaksanakan alur MERDEKA modul 3.2, ada pula pendampingan individu serta lokakarya 4. Yang menebalkan kemampuan coaching serta supervise akademik dengan pendekatan coaching pada modul 2.3 yang telah berlalu. Pengajar Praktik dalam hal ini Bu Maheswari, Kepala SD Negeri Pondok Rangon 02, melakukan observasi pengajaran di kelas saya. Pembelajaran tersebut direkam dan dibawa ke dalam lokakarya sebagai salah satu kegiatan supervisi. Materi coaching dan supervise akademik diulang Kembali dalam lokakarya ini sehingga menyegarkan ingatan Kembali serta melatih Kembali kemampuan coaching beserta prinsip-prinsipnya.
Saya merasakan hal yang luar
biasa tejadi dalam diri saya. Saya mengetahui asset-aset yang dapat dikelola
dalam mengembangkan pembelajaran dan kegiatan di sekolah. Membaca membuat saya
mengetahui. Sedangkan diskusi membuat saya lebih mengenali asset dan bisa
membedakannya. Dengan difasilitasi oleh bapak Ngadiyono, perasaan saya lebih
menguat untuk dapat membedakan fungsi dan kegunaan asset-aset tersebut.
Perasaan semangat juga membumbung tinggi dalam hal memanfaatkan asset yang bisa
digunakan dalam pembelajaran yang berpihak pada murid. Ditambah dengan
elaborasi pemahaman bersama Bapak Surya Herdiansyah, S.H., M.H., membuka
wawasan baru yang menebalkan dan menguatkan pemahaman yang sudah ada. Alur
MERDEKA ini memang sudah teruji pelaksanaannya, sehingga mampu menebalkan
pemahaman dan keterampilan sehingga lebih maksimal lagi hasilnya.
Dalam mempelajari modul 3.2 ini,
saya mendapatkan beberapa pembelajaran bermakna. Asset-aset tersebut hanya
sebatas asset bila tidak dimanfaatkan untuk pembelajaran. Sehingga dapat
disimpulkan, sepenting apapun asset yang ada bila tidak dimanfaatkan dalam
pembelajaran hanyalah sekedar asset potensial saja keberadaannya. Inilah
pentingnya modal manusia yang dapat memanfaatkan asset yang lain. Sedangkan asset
yang lain tidak dapat memanfaatkan modal manusia untuk pembelajaran.
Selain itu pendekatan cara piker berbasis
asset membuka wawasan saya. Seperti inilah seharusnya menangani permasalahan
yang ada di sekolah. Yaitu dengan cara mengedepankan prasangka baik dan
kekuatan yang ada dibnadingkan kelemahan sehingga akan tercipta optimisme dalam
membuat kegiatan yang berpihak pada murid.
Setelah mengetahui 7 aset utama,
saya akan memanfaatkannya dalam pembelajaran dan kegiatan yang menyenangkan dan
berpihak pada muird. Dalam memanfaatkan 7 aset ini maka kita perlu untuk menggunakan
cara pikir berbasis asset yang mengedepankan kekuatan dan kesempatan serta
peluang yang dapat dimunculkan dalam merancang dan mengelola kegiatan. Sehingga
kegiatan yang akan direncanakan akan terealisir dengan baik.
Semoga Pendidikan Indonesia lebih baik lagi dalam melahirkan generasi penerus yang memihak pada kepantingan rakyat pada umumnya,




Tidak ada komentar:
Posting Komentar