Sabtu, 10 Agustus 2024

 

Jurnal Refleksi Dwi Mingguan-8
Modul 3.1 Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai-nilai Kebajikan sebagai Pemimpin

 



Sungguh luar biasa materi dalam modul 3.1 ini. Suatu hal yang benar-benar baru dan menambah wawasan dan keterampilan sebagai seorang pemimpin pembelajaran. Dalam mengambil suatu keputusan, seorang pemimpin perlu melalui 9 tahap agar keputusan yang diambil tidak bertentangan dengan hukum dan etika serta benar-benar berpihak pada murid. Di dalamnya terdapat 4  paradigma dilema etika, yaitu individu vs kelompok, kebenaran vs kesetiaan, keadilan vs belas kasihan, dan jangka Panjang vs jangka pendek. Selain itu terdapat pula 3 prinsip pengambilan Keputusan yaitu, berpikir berbasis hasil akhir, berpikir berbasis peraturan, dan berpikir berbasis rasa peduli.

Ketika mengambil keputusan, seorang pemimpin perlu membedakan situasi yang mengandung bujukan moral dan dilema etika. Situasi bujukan moral merupakan pertentangan antara benar dan salah. Sedangkan dilema etika merupakan situasi pertentangan antara nilai-nilai yang mengandung kebenaran. Pada pengujian tahap 4, bila semua pengujian gagal, maka bisa dipastikan bahwa situasi yang dihadapi adalah bujukan moral. Dengan demikian langkah pengujian berikutnya tidak dilaksanakan. Sedangkan bila semua pengujian berhasil, maka situasi yang dihadapi merupakan dilema etika dan langkah pengujian dapat dilanjutkan.

Langkah-langkah pengambilan dan pengujian Keputusan adalah sebagai berikut,

  1. 1.    Mengenali nilai-nilai yang saling bertentangan

    2.      Menentukan siapa yang terlibat dalam situasi ini.

    3.      Kumpulkan fakta-fakta yang relevan dengan situasi ini.

    4.      Pengujian benar atau salah

    a.      Uji Legal

    b.      Uji Regulasi/Standar Profesional

    c.      Uji Intuisi

    d.      Uji Publikasi

    e.      Uji Panutan/Idola

    5.      Pengujian Paradigma Benar lawan Benar

    - Individu lawan kelompok (individual vs community)

    - Rasa keadilan lawan rasa kasihan (justice vs mercy)

    - Kebenaran lawan kesetiaan (truth vs loyalty)

    - Jangka pendek lawan jangka panjang (short term vs long term)

    6.      Melakukan Prinsip Resolusi

    Dari 3 prinsip penyelesaian dilema, mana yang akan dipakai?

    - Berpikir Berbasis Hasil Akhir (Ends-Based Thinking)

    - Berpikir Berbasis Peraturan (Rule-Based Thinking)

    - Berpikir Berbasis Rasa Peduli (Care-Based Thinking)

    7.      Investigasi Opsi Trilema (Solusi lain yang dapat diterima/memungkinkan)

    8.      Buat Keputusan

    9.      Lihat lagi Keputusan dan Refleksikan

 

Mempelajari modul 3.1 ini, saya merasa sangat bersemangat dengan materi yang luar biasa sekaligus merasa letih kehabisan tenaga. Namun demikian, saya bersyukur masih diberikan kesehatan untuk menyelesaikan modul 3.1 ini dan melaksanakan tugas-tugas yang diberikan. Saya juga terkejut dengan 9 langkah pengambilan dan pengujian Keputusan. Sedemikian panjang Langkah yang perlu diambil untuk mengambik keputusan yang mengandung dilema etika. Saya juga merasa tahap MERDEKA benar-benar efektif dalam membangun pemahaman dengan baik. Saya juga bersyukur dibimbing oleh instruktur Pak Ngadiyono yang dengan sabar dan terbuka membimbing dan memberikan pencerahan  saya juga sempat merasa kalang kabut ketika harus mewawancarai 2 kepala sekolah. Pada akhirnya, di tengah kesibukan para pemimpin tersebut, saya dapat mewawancarai mereka.

 



Setelah mempelajari modul 3.1 ini, saya menyadari bahwa menjadi pemimpin itu tidak semudah yang dibayangkan. Di tangan seorang pemimpin, semua keputusan diambil dan dijalankan, sehingga keputusan-keputusan seorang pemimpin sangat mempengaruhi kondisi lingkungan yang dipimpinnya. Saya juga menyadari bahwa tidak mudah untuk mengambil keputusan karena, setiap keputusan tidak bisa menyenangkan semua pihak. Dengan demikian semua keputusan mengandung resiko. Seorang pemimpin harus berani menanggung resiko untuk berpihak pada murid.

Selanjutnya, saya akan terus berlatih untuk bisa membedakan situasi antara bujukan moral dan dilema etika. Selain itu saya juga perlu berlatih untuk memutuskan prinsip penyelesaian dilema yang perlu diambil dalam mengambil keputusan. Selanjutnya, sebagai pemimpin pembelajaran saya juga perlu berlatih dan terus berlatih agar keputusan yang mengandung unsur dilema etika dapat dicari opsi trilemma dengan baik. Untuk dapat membuat keputusan terbaik, saya juga prlu untuk melaksanakan keterampilan sosial emosional agar tidak mengambil keputusan di saat sedang marah sehingga merugikan semua pihak.

Demikian jurnal refleksi dwi pekanan-8 ini, semoga dapat bermanfaat. Terima kasih.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar