Jurnal Refleksi Dwi Mingguan-8
Modul 3.1 Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai-nilai Kebajikan sebagai Pemimpin
Sungguh luar biasa materi dalam
modul 3.1 ini. Suatu hal yang benar-benar baru dan menambah wawasan dan
keterampilan sebagai seorang pemimpin pembelajaran. Dalam mengambil suatu keputusan,
seorang pemimpin perlu melalui 9 tahap agar keputusan yang diambil tidak
bertentangan dengan hukum dan etika serta benar-benar berpihak pada murid. Di dalamnya
terdapat 4 paradigma dilema etika, yaitu
individu vs kelompok, kebenaran vs kesetiaan, keadilan vs belas kasihan, dan
jangka Panjang vs jangka pendek. Selain itu terdapat pula 3 prinsip pengambilan
Keputusan yaitu, berpikir berbasis hasil akhir, berpikir berbasis peraturan,
dan berpikir berbasis rasa peduli.
Ketika mengambil keputusan, seorang
pemimpin perlu membedakan situasi yang mengandung bujukan moral dan dilema etika.
Situasi bujukan moral merupakan pertentangan antara benar dan salah. Sedangkan dilema
etika merupakan situasi pertentangan antara nilai-nilai yang mengandung
kebenaran. Pada pengujian tahap 4, bila semua pengujian gagal, maka bisa dipastikan
bahwa situasi yang dihadapi adalah bujukan moral. Dengan demikian langkah
pengujian berikutnya tidak dilaksanakan. Sedangkan bila semua pengujian
berhasil, maka situasi yang dihadapi merupakan dilema etika dan langkah pengujian
dapat dilanjutkan.
Langkah-langkah pengambilan dan pengujian Keputusan adalah
sebagai berikut,
1. Mengenali nilai-nilai yang saling bertentangan
2. Menentukan siapa yang terlibat dalam situasi ini.
3. Kumpulkan fakta-fakta yang relevan dengan situasi ini.
4. Pengujian benar atau salah
a. Uji Legal
b. Uji Regulasi/Standar Profesional
c. Uji Intuisi
d. Uji Publikasi
e. Uji Panutan/Idola
5. Pengujian Paradigma Benar lawan Benar
- Individu lawan kelompok (individual vs community)
- Rasa keadilan lawan rasa kasihan (justice vs mercy)
- Kebenaran lawan kesetiaan (truth vs loyalty)
- Jangka pendek lawan jangka panjang (short term vs long term)
6. Melakukan Prinsip Resolusi
Dari 3 prinsip penyelesaian dilema, mana yang akan dipakai?
- Berpikir Berbasis Hasil Akhir (Ends-Based Thinking)
- Berpikir Berbasis Peraturan (Rule-Based Thinking)
- Berpikir Berbasis Rasa Peduli (Care-Based Thinking)
7. Investigasi Opsi Trilema (Solusi lain yang dapat diterima/memungkinkan)
8. Buat Keputusan
9. Lihat lagi Keputusan dan Refleksikan
Mempelajari modul 3.1 ini, saya
merasa sangat bersemangat dengan materi yang luar biasa sekaligus merasa letih
kehabisan tenaga. Namun demikian, saya bersyukur masih diberikan kesehatan
untuk menyelesaikan modul 3.1 ini dan melaksanakan tugas-tugas yang diberikan. Saya
juga terkejut dengan 9 langkah pengambilan dan pengujian Keputusan. Sedemikian panjang
Langkah yang perlu diambil untuk mengambik keputusan yang mengandung dilema etika.
Saya juga merasa tahap MERDEKA benar-benar efektif dalam membangun pemahaman
dengan baik. Saya juga bersyukur dibimbing oleh instruktur Pak Ngadiyono yang
dengan sabar dan terbuka membimbing dan memberikan pencerahan saya juga sempat merasa kalang kabut ketika harus
mewawancarai 2 kepala sekolah. Pada akhirnya, di tengah kesibukan para pemimpin
tersebut, saya dapat mewawancarai mereka.
Setelah mempelajari modul 3.1 ini,
saya menyadari bahwa menjadi pemimpin itu tidak semudah yang dibayangkan. Di tangan
seorang pemimpin, semua keputusan diambil dan dijalankan, sehingga keputusan-keputusan
seorang pemimpin sangat mempengaruhi kondisi lingkungan yang dipimpinnya. Saya juga
menyadari bahwa tidak mudah untuk mengambil keputusan karena, setiap keputusan tidak
bisa menyenangkan semua pihak. Dengan demikian semua keputusan mengandung
resiko. Seorang pemimpin harus berani menanggung resiko untuk berpihak pada
murid.
Selanjutnya, saya akan terus
berlatih untuk bisa membedakan situasi antara bujukan moral dan dilema etika. Selain
itu saya juga perlu berlatih untuk memutuskan prinsip penyelesaian dilema yang
perlu diambil dalam mengambil keputusan. Selanjutnya, sebagai pemimpin
pembelajaran saya juga perlu berlatih dan terus berlatih agar keputusan yang
mengandung unsur dilema etika dapat dicari opsi trilemma dengan baik. Untuk
dapat membuat keputusan terbaik, saya juga prlu untuk melaksanakan keterampilan
sosial emosional agar tidak mengambil keputusan di saat sedang marah sehingga
merugikan semua pihak.
Demikian jurnal refleksi dwi
pekanan-8 ini, semoga dapat bermanfaat. Terima kasih.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar